Waktu itu aku melihat tayangan Metro Highlights, tayangan tentang Indonesia saat ini. Topik di malam itu adalah kemiskinan di Indonesia. Aku melihat disitu ditayangkan saat masyarakat berebut raskin hingga membuat petugasnya marah-marah karena ketidaksabaran orang-orang disitu dan takut jika mereka tidak mendapat jatah.

Mirisnya bukan main.
Kemudian, tayangan dilanjutkan dengan sederet kasus pembunuhan yang bermotif sama: terhimpit kemiskinan. Sederet kasus yang terjadi di Indonesia dengan alasan kemiskinan ternyata sangat banyak. Yang lebih ironi, sang pembunuh adalah ibunya sendiri. Sang ibu nekat mengakhiri nasib putra-putrinya karena alasan ekonomi. Tidak ada uang untuk membeli makan. Malu karena tidak dapat memberi makan anak-anaknya. Bahkan ada yang ibunya ikut bunuh diri bersama anak-anaknya. Trus, sekarang yang dipertanyakan adalah suaminya. Dimanakah ia? Ternyata kebanyakan adalah seorang yang tidak bertanggung jawab, pemabuk , penjudi pokoknya orang yang tidak tahu malu.
Ada lagi sebuah kasus di Sulawesi. Kasus ini cukup terkenal yaitu kasus meninggalnya ibu yang tengah hamil tua dan dua anaknya. Yah, alasan yang hampir sama, karena kemisikinan melanda, mereka harus mati karena kelaparan. Beruntung nasib seorang anaknya yang masih dapat melanjutkan hidup karena sempat ditolong oleh pihak medis. Suami dari ibu itu adalah seorang tukang becak. Katanya perharinya ibu itu hanya diberi uang suaminya 5000 rupiah. Ironisnya, suaminya adalah pemabuk dan selalu membeli minuman keras.
Sederet kasus kemiskinan di Indonesia yang begitu memilukan. Padahal negara ini kaya akan sumber daya alamnya. Alamnya yang hijau, lautnya yang biru. Tapi, mengapa dapat terjadi hal yang sangat menyakitkan seperti ini? Apa yang salah dengan bangsa ini? Ataukah dengan orang-orang yang hidup di negeri ini?
Tentu kita tidak dapat sepenuhnya menyalahkan kepada pemerintah saat ini karena tidak dapat mengentaskan Indonesia dari kemiskinan. Yang terpenting adalah kita, sebagai masyarakat, sebagai makhluk sosial, memperhatikan nasib saudara-saudara kita yang ada dikanan kiri rumah kita, yang ada di jalan yang selalu kita lewati. Negara ini akan makmur jika setiap orang dapat merubah dirinya menjadi orang yang lebih baik.
Saling tolong menolong, itu kuncinya. Apa kita adalah orang yang hanya cyber sosial. Hanya bersosial didepan komputer berselancar dan mengunjungi orang-orang yang hanya ada di dunia maya? Teman, hidup ini nyata,bukan maya.
Masa depan bangsa ini ada di tangan kita-kita, mau kita jadikan apa negara ini,mau kita arahkan kemana bangsa ini, itu ada di tangan kalian-kalian, kita-kita.■


3 comments
Comments feed for this article
7 April 2008 pada 3:03 pm
WINDOW
T.T
Yooo….Saatnya bangkit…….
24 April 2008 pada 10:17 am
noerma123
ayoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo….hehe
26 April 2008 pada 6:17 pm
YoHang
Semangka!
Btw update link blog ku pren, ke http://yohang.quantabiru.com