Desainer grafis, biasanya tak pandai mengungkapkan kata-kata untuk melukiskan apa yang ada di dalampikirannya. Yah, grafis, gambar mungkin bisa memberikan jawaban tentang ada apa dengannya.
Kali ini, aku sedang tak bisa menggambar. Pikiran buntet. Desain yang aku buat berulang kali ditolak olehsebuah Event Organizer gara-gara (menurut mereka) tidak sesuai dengan konsep yang diusung.
Aku mulai patah semangat. Tak tahu lagi bagaimana aku menyusun bermacam-macam vektor dan warna. Juga kata-kata yang ada. Ya Allah… Susah bener. Disain seperti apa yang harus aku buat.
Padahal aku juga harus buat satu desain lagi untuk orang lain. Ah, kalau yang satu ditolak terus, kapanselesainya, kapan aku mengerjakan yang lain?
Sebenarnya, seperti apa desain yang disukai orang. Apa sebenarnya karya-karyaku yang sudah aku hasilkantidak bagus, hanya orang tidak mau terusterang agar tidak menyakiti perasaanku? Ah..
Pengalaman berharga untukku, harus banyak berlatih.
Semangat2… :d
>-
ciee, nopren ni kuliah sambil kerja yaa, bagus2, semoga sukses ya!
wah. pren. kalo mau berkarya jangan pikirin bagaimana anggapan orang. selama niat kita tulus. whats wrong,,,,
apa kata orang… terserah lah yau….
oke??
@noe
Ya gak bisa selamanya ungkapan “apa kata orang… terserah lah yau…” tepat lah. Lha yang namanya pekerjaan professional, ya kita harus benar2 manut apa yang klien inginkan. Walaupun mereka cerewet dsb. Lha kita itu dibayar je. Kalau tidak bisa memuaskan, ya pasti mereka akan kecewa.
Kalau saya, saran, dan juga berdasar pengalaman
, lebih baik sebelum mulai kerjakan, banyak omong2 dulu klien kita itu. Pastikan inti permintaan-permintaannya. Kalaupun angel, ya tetep kita usahakan. Makanya apa yang kita kerjakan tersebut harus siap ‘diutak-atik’ lagi agar pas. Kalau sejak awal sudah merasa tidak bisa, ya sudah, jangan ambil project itu. Jangan sampai kita mundur-nya ditengah-tengah. Dunia professional memang keras nampaknya…
おまえはがんばれ!!!!
cobalah tenang dulu. Coz hanya dengan tenang kita bisa mendapatkan zona “AHA” yang di situ banyak lombatan intuisi dan ide. )
o, ya kunjungi blog Q
http://www.dafitawon.wordpress.com
ganbatte ne…
sinau psikologi karo Dafi cobo,,biar terjalin hubungan baik dengan si klien,,,
seorang Arsitek juga nda hanya mengandalkan kemampuannya merancang bangunan tapi juga kepahamannya terhadap selera publik (baca: klien).
Tapi yo ojo komersil njuk jdi nda punya kekhasan hehehe,,,,
salut dengan kerjanya!
yohang:
oo maksudnya yang dibayar to… wah lain persepsi…
Klo namanya penolakan emang berat untuk diterima…..tapi itulah kehidupan. Misalnya dalam sepakbola, sebuah klub melamar pemain dengan berbagai iming2, tapi belum tentu si pemain bersedia. Klub tidak kalah strategi, ada yang mendekati keluarga, sahabat, tetangga, dari si pemain……..wah ra nyambung..OOT…..maaf pren