mm.. apa yang bisa aku perbuat untuk bangsa ini? aku kan cuma seorang mahasiswa. Cuma suka ndisen pake komputer. gak begitu bisa ngomong. gak suka demo. seorang plegmatis, tidak suka dengan konfilk. Ini yang susah, padahal di sini di Indonesia banyak konflik yang tidak bisa didinginkan. Masyarakat menjerit karena harga BBM mau dinaikkan lagi. Tak ada gunanya lagi demo di depan gedung MPR. ya. mungkin saja ada, tapi gak banyak.. toh sekarang udah 10 tahun reformasi. Aku yakin, Pak Presiden tentu sudah berpikir keras agar menaikkan harga BBM adalah solusi terakhir dari masalah yang dialami sekarang. Ah, susahnya jadi pemerintah. Mau begini kok salah, mau begitu kok didemo. Kasian sekali mereka, digaji banyak tapi suruh mikir yang sangat susah. Dilematis. Tapi kok kayanya mereka itu kaya-kaya ya.. sugih-sugih. Punya mobil, gaji banyak, kebutuhan tercukupi. Wuah, marakke iri masyarakat cilik kaya kita2 ini. Oiya, liat di TV juga, malah jadi terkenal tuh bapak-bapak, om-om, di parlemen. Terkenal sih terkenal, tapi terkenal yang buruk, korupsi! Kok gak bosen ya, dari dulu korupsii… aja. kok gak ada kasus yang lain to ya.. misalnya saja. “Anggota DPR ketahuan nyontek saat sidang pleno di Gedung DPR-MPR RI.” hehehe,.,, kan seru. Beritanya gak tentang korupsi aja. Bosen reti ra!
Oo… reti aku.. gara-gara bapak-bapak itu terlalu banyak ngurusi rakyat, jadi mumet, trus stress. Nha, bapak-bapak itu butuh tempat untuk menyendiri dan merenung. Nha.. lantas, mereka menemukan ide. Mungkin tempat yang tepat untuk merenung menurut mereka adalah di PENJARA! karena gak ada yang bakal ngganggu di penjara itu. Tapim kalo cuma masuk penjara thok kan gak bisa,, yowis, menggunakan jurus yang telah dipakai orang-orang pemerintahan terdahulu itu.. KORUPSI! yah.. akhirnya bisa hidup tenang tanpa beban rakyat deh.. menjalani hari-hari di penjara… hehehehehe… selamat ya bosss…


12 comments
Comments feed for this article
8 Mei 2008 pada 1:56 pm
syahrina
dzing dzing,,, ra nyambung,, hehe
pasti bar moco undangan “12 Mei”
tapi lumayan juga,, aku sering punya pikiran aneh ky gitu,, he
8 Mei 2008 pada 6:05 pm
hanif
kalau mau terus hidup, inilah realitanya. justru sebisa mungkin kita hadir sebagai penambah solusi. bukannya malah yang menuntut terus dicarikan solusi. ya, BBM naik, aku sendiri menerimanya. karena realitasnya memang banyak mengubsidi orang kaya. yang penting gimana konpensasi bagi rakyat kecil agar terlindungi dan terayomi. bukannya malah dengan BLT saja. salurkan banyak ke UMKM yang di indonesia menyerap 80 juta lebih jiwa.
9 Mei 2008 pada 2:16 am
YoHang 07
Anti kapitalisme!
Opoooo meneeehh iki. Hehehe
10 Mei 2008 pada 10:15 am
noerma123
plegmatis? aku juga plegmatis.. tapi mbuh…kadang2 ra yo seneg gawe konflik (ra nyadar tapi-saking polosnya(apa??))
g suka konflik tapi suka liat konflik….ntar ada dua pilihan. jadi penengah atau penonton. seringnya sih cuma nonton,,,,kalo ngopo e mat
penengah maksudnya menonton dari tengah…welah, comment opo to…..
tapi ada topik yang lebih menarik lo dibanding harga BBM sama sembako naik.. mau tau? itu lo….naiknya harga minyak dunia sama bahaya terancamnya pangan dunia….nah lo…kalo masalahnya udah tingkat dunia piye jal….kita demo dimana ya???
10 Mei 2008 pada 10:15 am
noerma123
plegmatis? aku juga plegmatis.. tapi mbuh…kadang2 yo seneg gawe konflik (ra nyadar tapi-saking polosnya(apa??))
g suka konflik tapi suka liat konflik….ntar ada dua pilihan. jadi penengah atau penonton. seringnya sih cuma nonton,,,,kalo ngopo e mat
penengah maksudnya menonton dari tengah…welah, comment opo to…..
tapi ada topik yang lebih menarik lo dibanding harga BBM sama sembako naik.. mau tau? itu lo….naiknya harga minyak dunia sama bahaya terancamnya pangan dunia….nah lo…kalo masalahnya udah tingkat dunia piye jal….kita demo dimana ya???
10 Mei 2008 pada 10:16 am
noerma123
eh ada kata salah sasaran…………. “ngopo e mat”…merubah makna.hehe
13 Mei 2008 pada 6:34 am
canggih
Aku juga tidak suka konflik……
tapi ya…..kalo bicara konflik di negeri ini, terlalu banyak yg akan dibahas…..
susah menilai orang lain ……bagaimana sifat & kepribadiannya, kalo tidak secara langsung dalam mengamati
jadi ya..kita tidak tau apa yang ada di benak para pemimpin kita sekarang ini …+ atau -….
Ya…kita harus tepat dalam memilih pemimpin……coblos ….tuuuut…..
15 Mei 2008 pada 4:41 pm
dzikrina
harus semangat, harus optimis
walau mahasiswa, kita bukan CUMA mahasiswa
sukarno dan hatta dulu juga masih mahasiswa pas merancang NKRI,,,masak kita letoy gini,,,,sing semangat! sing semangat!
aza aza FIGHTING!
21 Mei 2008 pada 9:15 am
septiarani
hehehe. ngepit..
btw, pernah belom ngepit dari rumah ke sma1?? aku pernah lho, sekali doang. langsung basah bajuku karena keringat yang bercucuran, wuihh, =P
24 Mei 2008 pada 9:44 am
WINDOW
Klo km g suka yg ribut2. Berjuang wae lwt jalan laen. Yg penting….
SEMANGKAAAA………….
11 Juni 2008 pada 5:00 am
miChi
sebagai mahasiswa kita bisa berbuat banyak untuk dunia…yakinlah itu….
18 Maret 2009 pada 3:32 am
programmer_java
ya nih, coding gak ada hubungannya ma politik
hidup mahasiswa apatis…